Dalam sebuah dokumenter mendalam yang mengungkap realitas penggunaan teknologi di wilayah konflik Israel-Palestina, terungkap bagaimana sebuah negara kecil telah berhasil menjadi salah satu pemain utama dalam industri persenjataan global. Israel, dengan populasinya yang relatif kecil, kini menduduki posisi ke-9 sebagai eksportir senjata terbesar di dunia, dengan nilai ekspor tahunan mencapai lebih dari $13 miliar.
### Transformasi Wilayah Konflik Menjadi Laboratorium Teknologi
Wilayah pendudukan Palestina telah menjadi semacam "laboratorium hidup" bagi pengembangan teknologi militer Israel. Di sini, berbagai inovasi teknologi diuji dalam situasi nyata, mulai dari sistem pengawasan canggih hingga persenjataan otonomus. Situasi ini menciptakan apa yang disebut sebagai "okupasi tanpa gesekan" (frictionless occupation), di mana interaksi langsung antara tentara Israel dan warga Palestina diminimalkan melalui penggunaan teknologi.
Sebagai contoh, di kota Hebron, sekitar 200.000 warga Palestina hidup di bawah pengawasan ketat sistem kamera berbasis AI yang mampu menganalisis setiap gerakan mereka. Sistem ini tidak hanya mengawasi, tetapi juga membuat prediksi tentang potensi ancaman berdasarkan analisis perilaku.
### Sistem Pengawasan yang Komprehensif
Sistem pengawasan Israel di wilayah Palestina terdiri dari beberapa lapisan:
1. **Infrastruktur Fisik**:
- Tembok pemisah yang dilengkapi sensor canggih
- Pos pemeriksaan otomatis dengan sistem pemindaian biometrik
- Menara pengawas dengan kamera AI
- Senjata yang dikendalikan dari jarak jauh
2. **Sistem Digital**:
- Program "Red Wolf" dan "Blue Wolf" untuk mengumpulkan dan menganalisis data pribadi
- Spyware Pegasus yang dapat mengakses seluruh informasi di perangkat mobile
- Sistem AI untuk analisis media sosial dan komunikasi
3. **Kontrol Infrastruktur Komunikasi**:
Israel mengendalikan seluruh infrastruktur telekomunikasi Palestina, memungkinkan mereka untuk memantau hampir semua bentuk komunikasi digital.
### Peran Unit 8200 dan Industri Teknologi
Unit 8200, unit intelijen cyber militer Israel, memainkan peran kunci dalam pengembangan teknologi ini. Para veteran unit ini sering mendirikan perusahaan teknologi yang kemudian menjadi pemain global. NSO Group, pembuat spyware Pegasus yang kontroversial, adalah salah satu contohnya.
### AI dalam Konflik Modern
Penggunaan AI dalam konflik mencapai tingkat baru selama perang di Gaza. Sistem AI seperti "Gospel" dan "Lavender" digunakan untuk mengidentifikasi target, termasuk infrastruktur sipil yang diduga terkait dengan Hamas. Sistem ini mengubah cara penetapan target militer, dengan konsekuensi serius bagi warga sipil.
### Keterlibatan Perusahaan Teknologi Global
Perusahaan teknologi besar seperti Google dan Amazon terlibat melalui "Project Nimbus", sebuah kontrak multi-miliar dolar untuk menyediakan layanan cloud bagi pemerintah Israel. Keterlibatan ini menimbulkan pertanyaan etis tentang peran perusahaan teknologi dalam konflik militer.
### Implikasi Global dan Masa Depan Peperangan
Pengalaman Israel menjadi model bagi negara-negara lain dalam penggunaan teknologi untuk kontrol populasi. Ini menimbulkan pertanyaan serius tentang masa depan kebebasan sipil di era digital. Bagaimana teknologi pengawasan yang semakin canggih akan mempengaruhi hak asasi manusia dan privasi individu?
### Pembelajaran dari Kegagalan Teknologi
Ironisnya, serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 menunjukkan bahwa ketergantungan berlebihan pada teknologi bisa berbahaya. Meskipun Israel memiliki sistem pengawasan canggih senilai miliaran dolar, serangan tersebut berhasil menembus pertahanan mereka.
### Kesimpulan
Dokumenter ini mengungkap bagaimana teknologi modern, khususnya AI, telah mengubah wajah konflik dan pengawasan. Sementara inovasi teknologi mungkin menjanjikan solusi untuk masalah keamanan, penggunaannya di Palestina menunjukkan bagaimana teknologi juga dapat menjadi alat untuk kontrol dan pembatasan yang lebih ketat. Ini memberi pelajaran penting tentang hubungan antara teknologi, kekuasaan, dan hak asasi manusia di era modern.
Sumber: https://youtu.be/1GvkFwpzDhI?si=3nIwCZz2j2HCbwhA